Minggu, 27 Agustus 2023

Kolaborasi Duta Pepelingasih Papua Barat Daya dan Perpustakaan Keliling Agape



     Hari kemarin pada 27 Agustus 2023. Duta Pepelingasih Papua Barat Daya Berkolaborasi dengan perpustakaan Keliling Agape melakukan kegiatan di kampung Boldon, Kabupaten sorong selatan, Papua Barat Daya. Kegiatan yang dilakukan adalah membaca buku lingkungan, belajar memilah sampah organik dan anorganik, belajar membuat Ecobrik bersama adik - adik  di kampung Boldon yang terdiri dari 25 anak SD dan SMP.


Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

PEMUDA PELOPOR LINGKUNGAN HIDUP



     Deputi 1 Pemberdayaan Pemuda Yohan berkeinginan dan menjadikan Pelestarian Lingkungan Hidup sebagai Gaya Hidup Pemuda. Hal tersebut disampaikan Beliau saat memberikan sambutan pada acara "Pelatihan Pemuda Peduli Lingkungan Asri Dan Bersih" (Pepelingasih) di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, Senin (14/8).

     Pelatihan tersebut diadakan selama dua hari penuh di Balikpapan sebagai satu kesatuan rangkaian kegiatan dari Peringatan Hari Pemuda Internasional yang diselenggarakan oleh Asisten Deputi Wawasan Pemuda dengan mengusung tematik “Pemuda Generasi Lingkungan Hidup” dan diikuti sebanyak kurang lebih 110 pemuda dari wilayah se-Kota Balikpapan.

     Menurut Deputi 1 Yohan, munculnya fenomena alam, seperti banjir, erosi laut, dan kepunahan spesies makhluk hidup mendorong meningkatkan pada kesadaran pemuda untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di Indonesia. Dan banyak pemuda Indonesia yang juga mulai menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

      “Dengan meningkatnya kesadaran untuk menjaga lingkungan hidup, sudah saatnya pemuda menjadikan pelestarian lingkungan hidup sebagai gaya hidup. Terapkan perilaku ramah lingkungan hidup sebagai kebiasaan dan pembiasaan. Kebersamaan pemuda harus berkolaborasi, dan berkomitmen untuk bijak berperilaku dalam menjaga pelestarian lingkungan hidup,” ujar Yohan.

     Pria yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora tersebut menekankan bahwa pemuda memegang peran krusial untuk menjaga lingkungan hidup menjelang Generasi Indonesia Emas 2045. Dirinya mengajak para peserta yang mengikuti kegiatan ini untuk berkontribusi, serta mengajak pemuda lainnya, untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.

     “Angkatan Pepelingasih ini harus menjadi contoh masyarakat dalam usaha meningkatkan kesadaran lingkungan. Mari tingkatkan ketrampilan ramah lingkungan hidup agar dapat berkontribusi pada transisi hijau. Dan mengajak masyarakat untuk melakukan hal-hal kecil, seperti, reboisasi, pengurangan penggunaan sampah plastik, daur ulang sampah, dan pengelolaan sampah, dimana hal tersebut akan diajarkan pada pelatihan ini.,” tambahnya.

     Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Wawasan Pemuda Mulyani Sri Hastuti menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini pun merupakan kelanjutan dari kegiatan bakti sosial pemuda membersihkan pantai di Kawasan Pantai Melawai yang diadakan pada tanggal 13 Agustus 2023. Sebab sebagian besar peserta dari kegiatan pelatihan Pepelingasih, merupakan pemuda yang mengikuti kegiatan bakti sosial di Pantai Melawai.

     “Kami ingin mengkader pemuda yang mengikuti bakti sosial kemarin menjadi motivator, inisiator, pionir, dan penggerak dalam pengelolaan sampah menjadi barang yang produktif menuju masyarakat Circular Economy. Itu mengapa pada pelatihan ini kami menghadirkan materi menarik yang dapat diimplementasikan para peserta, seperti, program Gembol (Gerakan Membawa Botol), pengenalan start-up digital Ciroes, serta budidaya maggot sebagai media alternatif pengelolaan sampah,” terang Asdep Mulyani.

     Beberapa narasumber yang mengisi pada pelatihan ini, antara lain, Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Hetifah Sjaifudian, Staf khusus Menpora bidang Inovasi Pemuda dan Olahraga Kemenpora Hasintya Saraswati, Direktur Bidang Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Badan Otorita IKN Onesimus Patiung, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan C.I. Ratih Kusuma W., Ketua Pepelingasih Kaltim Rifki Ade Putra, Pemuda Pelopor Inovasi Teknologi Bidang Lingkungan Hidup Dianisa Ester Bassay, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur Agustianur, Penyuluh Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPGLHK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Hafizh Khaerudin, dan praktisi Maggot Farm Bogor Arie Romanov.


Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Selasa, 15 Agustus 2023

World Clean Up Day KOLABORASI "SAMPAH TERIBAS, RIAU TERJAGA"



     WCD (World Cleanup Day) adalah kegiatan serentak membersihkan sampah yang ada di seluruh dunia. Pada hari ini, Minggu 13 Agustus 2023 Dengan membawakan nama tim kerelawanan beberapa tim komunitas, siswa, RW, Kepala sekolah, Lurah Tuah Madani dan beberapa elemen masyarakat dengan jumlah sampah yang hampir 500 kg. Kegiatan WCD pada tahun ini dilaksanakan dua titik yang terletak di daerah Riau, Pekanbaru yakni titik lokas pertama terletak jln Soebrantas arah Rimbo panjang Sebelum Universitas Islam negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Panam Pekanbaru Riau dan titik kedua terletak jln Kartika Sari, Rumbai kota Pekanbaru Prov Riau.

     Aksi bersih ini juga diselenggarakan karena menyambut hari kemerdekaan republik Indonesia. Aksi bersih serentak di Riau ini di laksanakan pada jam 07.30 sampai dengan selesai. Ada beberapa sekolah yang ikut gabung dalam acara ini ialah MTs Tahfidz Cendikia dan MA Cendikia Bangsa. Pada saat pelaksanaan terlihat siswa/siswi antusias dalam membersihkan sampah di pinggir jalan Soebrantas Panam Pekanbaru Riau. Selain anak sekolah ada juga beberapa relawan yang ikut seperti Kahf, PLN, Dompet Duafa, Pepelingasih Riau.

     Menurut Ahmadi Satria, S.Si., M.Pd selaku Kepala Madrasah MTS Tahfizh Cendekia sekaligus ketua DPW Pepelingasih Riau dengan adanya kegiatan WCD di setiap tempat dapat mengurangi tercemarnya lingkungan yaitu tercemar karena tumpukan sampah atau Bau sampah. Setiap lingkungan yang bersih akan membuat ketenangan dan kenyamanan tempat tinggal masyarakat. Selain itu, masyarakat juga kecil kemungkinan terkena penyakit yang disebabkan oleh faktor dari sampah.

     Senada dengan itu Lurah Tuah Madani Bapak Edi Wardila, M.Pd mengucapkan terimakasih kepada seluruh relawan yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini, kami selaku pihak pemerintahan sangat support dengan kegiatan aksi bersih ini. Menurut salah satu siswa MTs Tahfizh Cendekia Kenzie mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama mengikuti aksi bersih lingkungan, aksi ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa banyak ilmu yang didapat ternyata belajar itu tidak hanya disekolah saja melainkan diluar lingkungan sekolahpun kita harus tetap belajar termasuk bagaimana cara kita menjaga lingkungan. Kenzie berharap masyarakat disekitaran Jl. Soebrantas ni tidak lagi membuang sampah sembarangan dan bisa sama sama menjaga lingkungan.



Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Jumat, 11 Agustus 2023

Focus Group Discussion Desain Besar Kepemudaan Nasional (DBKN) yang diselenggarakan oleh Asisten Deputi Karakter Muda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda KEMENPORA RI


     Dalam Undang - Undang No. 40 Tahun 2009 mengenai kepemudaan. Yang berarti kepemudaan adalah umur 16 - 30 tahun yang meliputi program pemuda. Salah satu program kepemudaan untuk membangun pemuda adalah pelayanan kepemudaan. Selain itu Desain Besar Kepemudaan Nasional sendiri melibatkan organisasi kepemudaan dan adanya peta helix yang dicanangkan sebelumnya untuk menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045. Jumlah pemuda di Indonesia saat ini mencapai 65,82 juta, sehingga dibutukan sinergi dari beberapa pihak termasuk organisasi kepemudaan dan tidak hanya dari sisi Pemerintahnya saja. Adapun Rencana Jangka Panjang Pembangunan Nasional itulah yang menjadi acuan pembangunan kepemudaan dalam pembangunan nasional.

     Melalui tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Suistainable Development Goals) dalam hal ini mengasah, mengasih, dan mengasuh di sektor kepemudaan yang seyogyanya mempunyai peran dan fungsi yang penting dalam memajukan kaum pemuda. Bahwasanya kondisi kepemudaan di era digital diperkirakan tahun 2030 jumlah pemuda akan mencapai 297 juta jiwa atau 64% dari total seluruh WNI. Selain itu isu - isu strategis kepemudaan terdiri dari partisipasi pemuda dalam pendidikan dan tantangan pada masa pandemi, kewirausahaan pemuda dan pemanfaatan teknologi serta peningkatan partisipasi dan kepempimimpinan pemuda.

     Penyelarasan DBKN dan UU No.40 Tahun 2009 yaitu pemuda sebagai kekuatan moral, pemuda sebagai kontrol sosial, dan pemuda sebagai agen perubahan. Pada visi pembangunan pemuda 2045 adalah pemuda yang memiliki karakter saing dan kebangsaan, mandiri, berdaya asing, dan berperan aktif bagi kemajuan Indonesia. Sehingga misinya adalah mewujudkan pemuda yang berkarakter dan berkualitas, pemuda mandiri dan berdaya saing, peran aktif pemuda dalam segala aspek pembangunan dan peran strategis pemuda Indonesia dalam pembangunan internasional. Tujuan DBKN yaitu memberikan arah kebijakan pembangunan 2021 - 2045 yang menjadi arah transformasi pembangunan.

     Berbicara kedepannya adalah mengenai masa depan dan sekarang mulai adanya fenomena robotisasi dengan adanya pengaturan sebelumnya. Eksistensi organisasi kepemudaan dalam DBKN merupakan sebagai wadah pengembangan potensi pemuda yang dibentuk oleh pemuda dapat berbentuk struktural atau non struktural, berjenjang maupun tidak, dibentuk berdsarkan kesamaan asas, agama, ideologi, minat, dan bakat atau kepentingan yang tidak bertentangan dengan kesaturan peraturan perundang - undangan. Selain itu juga dapat dibentuk dalam ruang yang berfungsi untuk mendukung kepentingan nasional, memberdayakan potensi, serta mengembangkan kepemimpinan, dan kepeloporan.



Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Rabu, 19 Juli 2023

Pepelingasih Sulawesi Selatan Goes To School




     Pada hari Ahad, 16 Juli 2023. DPD Pepelingasih Sulsel melaksanakan kegiatan go to school di Pondok Pesantren Al Fatih Parangmata, Kab. Takalar, Sulawesi Selatan. 
Kak Haeruddin Sekretaris DPD Pepelingasih Sulsel memberikan materi lingkungan hidup khususnya mengenai Sampah kepada adik-adik siswa/santri baru pada kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).



Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Jumat, 14 Juli 2023

DIKLAT DEWAN PIMPINAN CABANG (DPC) 13 KABUPATEN DAN KOTA PEPELINGASIH KALIMANTAN SELATAN



     Pemuda sebagai bagian dari estafet kelangsungan suatu bangsa, tentu dalam pemberdayaannya memerlukan ruang yang ditunjang dengan dukungan baik dari internal maupun eksternal, ada pun internal berkaitan dengan kecakapan skill serta ketahanan mental yang dimiliki, sedangkan eksternal kaitannya dengan support berupa kesempatan untuk mengaktualisasikan diri.

     Maka dari itu, Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (PEPELINGASIH) Kalimantan Selatan melaksanakan Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dewan Pimpinan Cabang PEPELINGASIH untuk 13 Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dengan tema Meningkatkan Kapasitas, Profesionalitas, dan Kapabilitas untuk Memajukan Kalimantan Selatan", dilaksanakan pada tanggal 28 sampai dengan 30 Juli 2023, di Balai Diklat Koperasi Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarbaru. 



Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

PEPELINGASIH SULAWESI SELATAN DALAM AKSI BERSAMA BERSIH - BERSIH PANTAI TANJUNG BAYANG DALAM RANGKA HARI LINGKUNGAN HIDUP 2023




     Sampah telah menjadi ancaman nyata di pesisir dan laut Indonesia. Untuk itu, perlu secara konsisten melaksanakan gerakan bersama menyuarakan bahaya sampah terhadap lingkungan khususnya di pesisir dan laut. Juga untuk kesehatan manusia serta dukungan kampanye terkait eliminasi sampah plastik hingga 70 persen di tahun 2025.

     Telah dilaksanakan Aksi Bersama Bersih-bersih di Pantai Tanjung Bayang pada Sabtu, 10 Juni 2023. Yang dilakukan serentak dibeberapa kab/kota di Indonesia. Adapun Hasil Aksi Bersama Bersih-bersih Pantai Tanjung Bayang, Kota Makassar. KAIN 4% 26,69 Kg, PLASTIK 27%168,03 Kg, LOGAM 2% 12.74 Kg, KARET 1% 6,52 kg, KACA 12% 77,77 Kg, STYROFOAM 1% 4,81 Kg, B3 5% 29,62 Kg, KAYU 10% 62,6Kg, KERTAS 6% 38,76 Kg, ORGANIK 24% 151,89 Kg, DLL 8% 50,08 Kg Total Keseluruhan 629,505 kg.

     Sebanyak 70,26% (442,27 Kg) diserahkan ke Bank Sampah untuk dikelola dan dimanfaatkan agar tidak berakhir di TPA, ini merupakan evaluasi serta komitmen bersama agar dapat memaksimalkan penanganan sampah khususnya pasca aksi bersih. Hasil Aksi Bersama Bersih-bersih Pantai Tanjung Bayang menunjukkan sampah plastik masih mendominasi yang merupakan hasil dari penggunaan plastik sekali pakai. Sampah tersebut tentunya akan berdampak bagi ekosistem laut.

     Semoga aksi ini memberikan kontribusi langsung serta membuat kita semakin konsisten untuk menjadikan pesisir dan laut kita terbebas dari sampah. Pada aksi ini lebih dari 1000 peserta yang hadir dari 54 Lembaga/Komunitas dan aksi ini dilakukan pada Radius ± 1 km. 

     Terima Kasih kepada seluruh Komunitas, lembaga, pemerintah, media, masyarakat umum dan seluruh pihak yang telah (ikut serta/berpartisipasi/berkontribusi) dalam kegiatan ini.



Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Kamis, 13 Juli 2023

Pembuatan Pupuk Kompos Organik



     Di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Nurul Fata di Kabupaten Aceh Besar, anak-anak berkumpul dengan gembira untuk mengikuti kegiatan pembuatan pupuk organik dari sampah dapur dan daun kering. Kegiatan ini dipimpin oleh Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih, yang memberikan inspirasi kepada anak-anak untuk menjaga lingkungan dengan cara yang kreatif.

     Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih, dengan semangatnya yang menyala -nyala, memperkenalkan anak-anak dengan konsep pentingnya mengurangi sampah dan memanfaatkannya untuk menciptakan sesuatu yang berguna. Mereka menunjukkan kepada anak-anak bahwa sampah dapur dan daun kering yang seringkali dianggap sebagai limbah, sebenarnya bisa menjadi pupuk yang berguna untuk tanaman.

     Anak-anak dengan penuh antusiasme membantu mengumpulkan sampah dapur dari masing-masing rumah mereka. Mereka membawa sayuran sisa, kulit buah, dan serpihan makanan yang tidak terpakai. Kemudian, mereka juga berkeliling untuk mengumpulkan daun kering yang berguguran dari pohon-pohon di sekitar TPQ.

     Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih kemudian membantu anak-anak untuk memulai proses pembuatan pupuk organik. Mereka membentuk kelompok-kelompok kecil dan dengan penuh semangat mulai memisahkan sampah dapur dan daun kering. Anak-anak belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menjalankan langkah-langkah pengomposan dengan benar.

     Dalam kelompok mereka, anak-anak mencampurkan sampah dapur dan daun kering secara proporsional. Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih memberikan penjelasan tentang keuntungan menggunakan pupuk organik dalam pertanian. Mereka menjelaskan bahwa pupuk organik mengandung nutrisi yang lebih seimbang dan tidak mencemari lingkungan seperti pupuk kimia.

     Dengan penuh semangat, anak-anak membantu dalam proses pengomposan. Mereka berbagi cerita dan tertawa bersama saat mereka bergantian membalik tumpukan sampah untuk mempercepat proses dekomposisi. Mereka memahami bahwa ini adalah langkah kecil yang mereka lakukan untuk menjaga lingkungan dan memastikan bumi tetap subur dan hijau.

     Setelah beberapa minggu, pupuk organik mereka siap digunakan. Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih memberikan apresiasi kepada anak-anak atas kerja keras mereka dalam menciptakan pupuk organik yang ramah lingkungan. Anak-anak dengan bangga membawa pulang pupuk organik yang mereka buat, siap untuk digunakan di kebun atau tanaman mereka sendiri.

     Kegiatan pembuatan pupuk organik ini meninggalkan kesan yang mendalam pada anak-anak TPQ Nurul Fata. Mereka belajar bahwa dengan tindakan sederhana seperti ini, mereka juga bisa berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih berharap bahwa semangat anak-anak ini akan terus tumbuh dan menginspirasi orang lain untuk berbuat baik kepada lingkungan.


Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Rabu, 12 Juli 2023

Sinergi Bersama Pemuda Bangun Desa Jaga Lingkungan



     Duta Pepelingasih DIY berkolaborasi dengan Tim Advokasi Karst bersama Karang Taruna Desa Klepu dalam acara diskusi yang dilaksanakan di Museum Karst Indonesia pada tanggal 18 Juni 2023 yang mengusung tema "Sinergi Bersama Pemuda Bangun Desa Jaga Lingkungan". Acara ini diharapkan para pemuda semakin peka dan turut serta berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

     Bertempat di Museum Karst Wonogiri, Tim Advokasi Karst menyelenggarakan kegiatan pengkaderan pemuda peduli lingkungan pada Minggu, 18 Juni 2023. Kegiatan ini terselenggara lewat kolaborasi 'Pepelingasih' Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengusung tema 'Sinergi Bersama Pemuda Bangun Desa Jaga Lingkungan'.

     Penanggung Jawab kegiatan, Yudi Hamsah mengatakan, pemuda sebagai agen perubahan memang perlu didorong untuk dapat lebih peka serta berkontribusi bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan. Dalam pertemuan ini, secara spesifik Tim Advokasi Karst mendorong para pemuda asal Padukuhan Klepu, Gunungkidul untuk dapat berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan karst bekas tambang.“Kami mengupayakan pemuda untuk bergerak membangun kawasan karst bekas tambang menjadi tempat wisata yang dikenal publik,” ujar Yudi.

    BSenada dengan misi Tim Advokasi Karst, Pepelingasih DIY juga menekankan pentingnya partisipasi pemuda bagi kelangsungan lingkungan. Menurut mereka, permasalahan lingkungan seperti sampah kini kian serius.“Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah serta dibarengi intensitas hujan yang tinggi tak pelak menimbulkan banjir. Terlebih, di daerah urban seperti sekarang, daerah resapan air kian menipis akibat semenisasi, bangunan permanen, serta pengaspalan,” jelasnya.

    Secara umum, dikatakan Yudi, Pepelingasih DIY menyebut bahwa tanggung jawab pengelolaan lingkungan bukan hanya menjadi milik masyarakat semata. Pemerintah setempat selaku pembuat kebijakan juga harus diikutsertakan. Karenanya, fungsi kolaborasi dan sinergi antarpihak harus berjalan dengan seimbang.“Meski begitu, Pepelingasih DIY tidak menampik bahwa selama ini eksistensi pemerintah masih terasa jauh dari masyarakat. Mereka menyarankan agar masyarakat aktif mengajukan proposal permohonan secara berjenjang yang dapat dimulai dari tingkat padukuhan,” papar dia.

     Pemuda dapat menginisiasi beragam aktivitas konservasi lingkungan secara mandiri. Tindakan aktif untuk mengurangi konsumsi barang (reduce), menggunakan barang bekas (reuse), serta mendaur ulang (recycle) sampah merupakan aktivitas sederhana yang dapat dimulai dari keluarga.



Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Selasa, 11 Juli 2023

DPD Pepelingasih Sulawesi Selatan Membawakan Materi Krisis Iklim Pada Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa



     Dalam rangka pelaksanaan rangkaian acara Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa 2023, menindaklanjuti surat Ikatan Duta Lingkungan Hidup Kab. Gowa 2022, nomor: 015/A/SEK/DLHGOWA/VII/2023 tanggal 6 Juli 2023 perihal Permohonan Menjadi Pemateri pada Talk Show Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kab. Gowa 2023 dengan tema "Kolaborasi Milenial dalam Menghadapi Perubahan Iklim".

     Kak Mohd. Waldi B. Rukman Koordinator Public Relations Pepelingasih Sulsel menjadi salah satu narasumber dengan topik Krisis Iklim pada Talk Show Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa 2023 yang dilaksanakan pada 8 Juli 2023, Bertempat di Aula Perpustakaan Kabupaten Gowa, Jl. Mesjid Raya, Sungguminasa, Sulawesi Selatan.

     Turut hadir pemateri dari Klik Hijau dan Duta Lingkungan Hidup Sulsel 2021 serta hadir seluruh peserta (calon) Duta Lingkungan Hidup Kab. Gowa 2023.



Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Kolaborasi Duta Pepelingasih Papua Barat Daya dan Perpustakaan Keliling Agape

     Hari kemarin pada 27 Agustus 2023. Duta Pepelingasih Papua Barat Daya Berkolaborasi den...