Kamis, 13 Juli 2023

Pembuatan Pupuk Kompos Organik



     Di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Nurul Fata di Kabupaten Aceh Besar, anak-anak berkumpul dengan gembira untuk mengikuti kegiatan pembuatan pupuk organik dari sampah dapur dan daun kering. Kegiatan ini dipimpin oleh Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih, yang memberikan inspirasi kepada anak-anak untuk menjaga lingkungan dengan cara yang kreatif.

     Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih, dengan semangatnya yang menyala -nyala, memperkenalkan anak-anak dengan konsep pentingnya mengurangi sampah dan memanfaatkannya untuk menciptakan sesuatu yang berguna. Mereka menunjukkan kepada anak-anak bahwa sampah dapur dan daun kering yang seringkali dianggap sebagai limbah, sebenarnya bisa menjadi pupuk yang berguna untuk tanaman.

     Anak-anak dengan penuh antusiasme membantu mengumpulkan sampah dapur dari masing-masing rumah mereka. Mereka membawa sayuran sisa, kulit buah, dan serpihan makanan yang tidak terpakai. Kemudian, mereka juga berkeliling untuk mengumpulkan daun kering yang berguguran dari pohon-pohon di sekitar TPQ.

     Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih kemudian membantu anak-anak untuk memulai proses pembuatan pupuk organik. Mereka membentuk kelompok-kelompok kecil dan dengan penuh semangat mulai memisahkan sampah dapur dan daun kering. Anak-anak belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menjalankan langkah-langkah pengomposan dengan benar.

     Dalam kelompok mereka, anak-anak mencampurkan sampah dapur dan daun kering secara proporsional. Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih memberikan penjelasan tentang keuntungan menggunakan pupuk organik dalam pertanian. Mereka menjelaskan bahwa pupuk organik mengandung nutrisi yang lebih seimbang dan tidak mencemari lingkungan seperti pupuk kimia.

     Dengan penuh semangat, anak-anak membantu dalam proses pengomposan. Mereka berbagi cerita dan tertawa bersama saat mereka bergantian membalik tumpukan sampah untuk mempercepat proses dekomposisi. Mereka memahami bahwa ini adalah langkah kecil yang mereka lakukan untuk menjaga lingkungan dan memastikan bumi tetap subur dan hijau.

     Setelah beberapa minggu, pupuk organik mereka siap digunakan. Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih memberikan apresiasi kepada anak-anak atas kerja keras mereka dalam menciptakan pupuk organik yang ramah lingkungan. Anak-anak dengan bangga membawa pulang pupuk organik yang mereka buat, siap untuk digunakan di kebun atau tanaman mereka sendiri.

     Kegiatan pembuatan pupuk organik ini meninggalkan kesan yang mendalam pada anak-anak TPQ Nurul Fata. Mereka belajar bahwa dengan tindakan sederhana seperti ini, mereka juga bisa berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih berharap bahwa semangat anak-anak ini akan terus tumbuh dan menginspirasi orang lain untuk berbuat baik kepada lingkungan.


Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Rabu, 12 Juli 2023

Sinergi Bersama Pemuda Bangun Desa Jaga Lingkungan



     Duta Pepelingasih DIY berkolaborasi dengan Tim Advokasi Karst bersama Karang Taruna Desa Klepu dalam acara diskusi yang dilaksanakan di Museum Karst Indonesia pada tanggal 18 Juni 2023 yang mengusung tema "Sinergi Bersama Pemuda Bangun Desa Jaga Lingkungan". Acara ini diharapkan para pemuda semakin peka dan turut serta berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

     Bertempat di Museum Karst Wonogiri, Tim Advokasi Karst menyelenggarakan kegiatan pengkaderan pemuda peduli lingkungan pada Minggu, 18 Juni 2023. Kegiatan ini terselenggara lewat kolaborasi 'Pepelingasih' Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengusung tema 'Sinergi Bersama Pemuda Bangun Desa Jaga Lingkungan'.

     Penanggung Jawab kegiatan, Yudi Hamsah mengatakan, pemuda sebagai agen perubahan memang perlu didorong untuk dapat lebih peka serta berkontribusi bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan. Dalam pertemuan ini, secara spesifik Tim Advokasi Karst mendorong para pemuda asal Padukuhan Klepu, Gunungkidul untuk dapat berpartisipasi dalam pengelolaan kawasan karst bekas tambang.“Kami mengupayakan pemuda untuk bergerak membangun kawasan karst bekas tambang menjadi tempat wisata yang dikenal publik,” ujar Yudi.

    BSenada dengan misi Tim Advokasi Karst, Pepelingasih DIY juga menekankan pentingnya partisipasi pemuda bagi kelangsungan lingkungan. Menurut mereka, permasalahan lingkungan seperti sampah kini kian serius.“Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah serta dibarengi intensitas hujan yang tinggi tak pelak menimbulkan banjir. Terlebih, di daerah urban seperti sekarang, daerah resapan air kian menipis akibat semenisasi, bangunan permanen, serta pengaspalan,” jelasnya.

    Secara umum, dikatakan Yudi, Pepelingasih DIY menyebut bahwa tanggung jawab pengelolaan lingkungan bukan hanya menjadi milik masyarakat semata. Pemerintah setempat selaku pembuat kebijakan juga harus diikutsertakan. Karenanya, fungsi kolaborasi dan sinergi antarpihak harus berjalan dengan seimbang.“Meski begitu, Pepelingasih DIY tidak menampik bahwa selama ini eksistensi pemerintah masih terasa jauh dari masyarakat. Mereka menyarankan agar masyarakat aktif mengajukan proposal permohonan secara berjenjang yang dapat dimulai dari tingkat padukuhan,” papar dia.

     Pemuda dapat menginisiasi beragam aktivitas konservasi lingkungan secara mandiri. Tindakan aktif untuk mengurangi konsumsi barang (reduce), menggunakan barang bekas (reuse), serta mendaur ulang (recycle) sampah merupakan aktivitas sederhana yang dapat dimulai dari keluarga.



Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Selasa, 11 Juli 2023

DPD Pepelingasih Sulawesi Selatan Membawakan Materi Krisis Iklim Pada Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa



     Dalam rangka pelaksanaan rangkaian acara Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa 2023, menindaklanjuti surat Ikatan Duta Lingkungan Hidup Kab. Gowa 2022, nomor: 015/A/SEK/DLHGOWA/VII/2023 tanggal 6 Juli 2023 perihal Permohonan Menjadi Pemateri pada Talk Show Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kab. Gowa 2023 dengan tema "Kolaborasi Milenial dalam Menghadapi Perubahan Iklim".

     Kak Mohd. Waldi B. Rukman Koordinator Public Relations Pepelingasih Sulsel menjadi salah satu narasumber dengan topik Krisis Iklim pada Talk Show Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa 2023 yang dilaksanakan pada 8 Juli 2023, Bertempat di Aula Perpustakaan Kabupaten Gowa, Jl. Mesjid Raya, Sungguminasa, Sulawesi Selatan.

     Turut hadir pemateri dari Klik Hijau dan Duta Lingkungan Hidup Sulsel 2021 serta hadir seluruh peserta (calon) Duta Lingkungan Hidup Kab. Gowa 2023.



Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Sabtu, 08 Juli 2023

Pembentukan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PEPELINGASIH Kabupaten Tanah Laut




     Pembentukan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) di 11 Kecamatan di Kabupaten Tanah Laut dan membahas program kerja yang akan dijalankan kedepannya.

     Pejabat yang berhadir Kepala Seksi Infrastruktur Kemitraan Pemuda yaitu Bapak Hermiadi, S.Sos, DPRKPLH TAL, & Dinas Kominfo di Aula Gedung Pemuda Kabupaten Tanah Laut.



Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Kamis, 06 Juli 2023

Sosialisasi Pentingnya Budaya Peduli dan Pelestarian Lingkungan Hidup






     Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (PEPELINGASIH) Sulawesi Selatan memberikan sosialisasi pentingnya budaya peduli dan pelestarian lingkungan hidup di Kegiatan Bina Akrab Forum Osis Setingkat SMA se-Kota Makassar yang dilaksanakan pada Minggu, 25 Juni 2023 bertempat di Benteng Somba Opu (Rumah Adat Luwu)

     Hadir langsung Muhammad Syaenaldi. SR Gubernur(Ketua) Pepelingasih Sulsel sebagai narasumber didampingi Siti Wahyuni, S.H Koordinator Divisi Sosmed Specialist Pepelingasih Sulawesi Selatan. Semoga adik-adik dapat lebih menyadari pentingnya menjaga lingkungan dan ikut serta dalam kegiatan lingkungan kedepannya, khususnya dilingkungan sekolah masing-masing dan juga dilingkungan rumah (sekitar) masing-masing.

     Pentingnya kita menjaga kelestarian alam dan lingkungan adalah salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan hidup masyarakat yang bersih dan asri sehingga meminimalisir potensi penyebaran penyakit sekaligus sebagai bentuk rasa syukur kita terhadap alam itu sendiri yang merupakan ciptaan Tuhan YME. Insyaallah kolaborasi kedepannya akan kita lakukan, dan bersiaplah menjadi Pemuda (17-30 tahun) yang mampu menjadi agen perubahan maupun agen sosial kontrol.




Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Jumat, 16 Juni 2023

Talk Show "Merajut Sinergitas Bersama Greeneration dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia"

    




     Pepelingasih berkesempatan menghadiri undangan kegiatan Talk Show “Hijau Harmoni : Simfoni Berkelanjutan. Kegiatan tersebut diwakili oleh Saudara Fatkhur Dwi Adriansyah dari Komisi IV API Pusat dan saudari Zulfa Hasanah dari Pepelingasih DKI Jakarta, yang diselenggarakan oleh Greeneration Foundation di Ruang Belajar Prof. Alex Tilaar Menteng Jakarta Pusat. Acara itu berlangsung pada Jum'at 17 Juni 2023 yang dimulai pada pukul 13.30 - 16.00 dengan berbagai serangkaian acara di dalamnya mulai dari pembukaan, pengenalan kegiatan, sesi diskusi, dan penutup.

     Selain itu agenda tersebut membahas mengenai pentingnya menjaga lingkungan disaat adanya perubahan iklim yang dapat mengancam peradaban manusia, yang dalam hal ini bukan hanya berdampak pada bidang lingkungan hidup saja, melainkan pada bidang ekonomi maupun sosial. Berdasarkan Pada stand banner yang tertera mengenai Yayasan Penghijauan (Greeneration Foundation) merupakan suatu lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada isu pengolahan sampah dengan memanfaatkan media kreatif dalam meningkatkan perilaku masyarakat untuk menerapkan Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan di Indonesia.

     Greeneration Foundation mempunyai basis di Bandung, dengan tim perwakilan di Jakarta. Ia pun berkolaborasi dengan pihak pemerintah, sektor swasta, organisasi lingkungan, dan komunitas akar rumput. Adapun lain halnya Green Fund Digital Pilanthropy (Filantropi Digital Dana Hijau) merupakan platform yang menggalang dana publik secara inovatif, akuntabel, dan digitalisasi dengan tujuan percepatan solusi lingkungan dan menanggulangi perubahan iklim. Selain hal diatas kampanye yang dapat dilakukan adalah dengan 10.10.10 yang artinya 10 tahun sebagai simbol dekade restorasi yang dihadapi sekarang, 10 sebagai simbol gerakan menargetkan 10 juta individu, dan 10 sebagai simbol donasi 10.000 sebagai donasi rutin yang dilakukan secara konsisten selama 10 tahun secara sadar.

     Kemudian diskusi selanjutnya membahas mengenai Udara yang dipresentasikan oleh Kak Novita Natalia Kusumawardani selaku Co - Founder dari Bicara Udara. Dalam sesi tersebut membahas polusi udara bisa terjadi dari berbagai macam, yaitu asap kendaraan bermotor, limbah pabrik, pembakaran sampah, asap masakan dari rumah, dan lain sebagainya. Pembakaran sampah pun dilakukan karena beberapa hal ada yang diantaranya tidak mau membayar uang iuran sampah, petugas sampah tidak bisanya memasuki akses ke wilayah tempat tinggal, dan lain sebagainya. Sehingga dari hal - hal tersebut yang dapat menyebabkan polusi udara terus meningkat yang kemudian terbawa oleh angin, maka udara tersebut tidak layak dihirup dan berada dalam konsisi yang berbahaya bagi kesehatan. Karena dikhawatirkan akan merusak paru - paru, penyakit asma, sakit tenggorokan, dan lainnya. Sehingga pentingnya hal tersebut dilakukan tindakan preventif dengan cara mengurangi jumlah pemakaian transportasi pribadi dan beralih melalui transportasi publik, kesadaran masyarakat yang harus ditingkatkan bahwa polusi udara yang kotor sangat berbahaya bagi kesehatan, dan mengurangi jumlah penduduk dengan program Keluarga Berencana, dan sebagainya. Selanjutnya apabila diskusi tanya jawab sudah selesai lalu dilanjut dengan kegiatan makan dan sesi foto bersama, lalu di silakan berbincang dan berbagi pengalaman, kolaborasi dan kerjasama, serta menjalin hubungan relasi antar pegiat komunitas lingkungan.




Pepelingasih, berbakti untuk negeri🌱

Jumat, 09 Juni 2023

Pelatihan dan Bimtek 13 Dewan Pengurus Cabang PEPELINGASIH Se - Kalimantan Selatan





     Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) provinsi Kalimantan Selatan mengikuti kegiatan Pelatihan Pemuda Berbasis IPTEK dengan tema “Zero Waste Melalui Bank Sampah” yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 – 31 Mei 2023 di Hotel Roditha, Banjarmasin. 

     Pelatihan yang diikuti oleh setiap DPC Pepelingasih Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan ini diharapkan setelah kegiatan ini dapat membentuk bank sampah pada masing – masing DPC. Selain itu, pada kegiatan ini juga dipaparkan beberapa materi terkait Bank Sampah dan kegunannya oleh narasumber yang didatangkan. 

     Disamping itu, terdapat juga kegiatan Penanaman Pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Mengingat adanya efek pemanasan global yang semakin meningkat dan perubahan iklim. Pada pelaksanaan hari terakhir kegiatan, para peserta pelatihan mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik pembuatan ecoenzym dari sampah organik. Ecoenzym merupakan fermentasi dari sampah organik buah/sayur yang dilarutkan dengan air dan gula merah atau molase.


Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱

Kolaborasi Duta Pepelingasih Papua Barat Daya dan Perpustakaan Keliling Agape

     Hari kemarin pada 27 Agustus 2023. Duta Pepelingasih Papua Barat Daya Berkolaborasi den...